Sore yang cukup panas,,,gak tau kenapa tiba2 niat banget pingin nulis lagi setelah sekian bulan vakum dan enggan untuk menggoreskan tinta. maaf my lovely book life karna telah sejenak melupakanmu.
akan ketapi ijinkan aku untuk terus mengotorimu dengan segala cerita hidupku nanti dalam lembaran lembaran tak terbatasmu. ak janji tidak akan sepenuhnya mengabaikanmu.
dan ak yakin kau akan terus mengingatkankanku pada setiap peristiwa dalam hidupku yang entah kapan akan berujung.
kali ini ijinkan aku bercerita tentang masa laluku.....
Waktu itu ak tidak terlalu ingat jelas usia berapa aku kembali ke desa kakek nenekku karna sebelumnya aku dn keluarga tinggal di suatu pulau. Pulau yang kata ayah dan ibukku sangat belantara, hanya ada hutan karet dan kerumunan pohon jambu mede. Dengan segala budaya super kerasnya, yang orang salah sedikit aja kepala melayang dan lain sebagainya. Karena kerasnya kehidupan disana akhirnya ayah dan ibuku memutuskan untuk pulang ke desa yang sampe sekarang aku dan kami tinggal.
Berawal dari situlah kehidupanku dimulai.....
Awalnya aku sama sekali tak mengenal siapa pun, bahkan aku takut dengan nenek kakekku sendiri karna benar benar asing dan tak aku kenali. Akan tetapi seiring berjalannya waktu aku pun mulai mampu beradaptasi dengan lingkungan dan mampu hidup berdampingan oleh lingkungan sekitar.
Mulai memasuki usia sekolah.....
Waktu itu aku masih berusia sekitar 5 tahun. Karna sering sendiri dirumah gak ada teman yang mau mendekat karna aku orang asing mungkin, aku sering merasa kesepian. Setiap pagi aku selalu main dipinggir jalan buat ngliatin anak anak SD berangkat sekolah. Setiap pagi aku merengek ke Bapak minta agar aku segera disekolahkan. Akhirnya dengan usia yang bisa dibilang masih belum pantas duduk di bangku SD aku ikut sekolah. Di sekolah statusku belum benar2 resmi siswa, tapi masih dibilang anak yang hanya ikut2 sekolah aja. hahaha,,,kasihan ya....
oh iya sebenernya sebelum ikut sekolah SD, aku sekolah di TK Pertiwi yang jaraknya jauh dari desaku, harap maklum kondisi jaman kecil aku dulu bener2 ndeso, itu pun pake banget banget banget, jalan batuan alias kricak, jembatan kayu, super jauh dan lain sebagainya...
karena jarak yang jauh dan sulitnya transportasi akhirnya aku hanya bertahan 1 minggu sekolah di TK tersebut. Alhasil langsung masuk SD deh dengan usia yg sedikit kemudaan...
Oke, di SD inilah cerita2 lucu mulai ada...
bisa dibilang dalam satu kelas aku yang paling muda. ketika kenaikan kelas tiba, Bapak meminta agar aku tidak dinaikkan aja mengingat usiaku yang belum pantas dan status sekolahku yang hanya ikut2an aja. hahaha. Tapi sama guru kelasku gak diijinkan, katanya karna otaknya udah nyampai dan sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan yang namanya sekolah....cieee, lumayan berprestasi gitu. KATANYA sih begitu dan akhirnya pun keterusan sampe ke kelas kelas berikutnya tetep jadi murid yang paling muda
Sedikit gambaran masa kecilku aja nih. Aku itu dulu satu kelas anak paling muda, kecil, kurus karna susah sekali makannya, paling hitam pake pekat lagi, no hair alias gak punya rambut, botak gitu bahkan sampai dijulukin 62 (sewidak loro) karna rambut yang ada dikepalaku itu bisa di hitung. Kata tetangga2 sih cuma ada 3 helai rambut yang bisa dipegang dikepalaku, yang lain cuma rambut2 halus, jelek banget katanya, kalau ke sekolah selalu bertopi karna malu. bahkan sudah kelas 2 SD pun masih digundul dengan harapan akan tumbuh rambut yang baru dan banyak.
gak tau gimana ceritanya pokoknya seiring berjalannya waktu rambutku pun mulai tumbuh dan bahkan sangat panjang, hitam dan cantik, tapi hitam pekat mukaku masih sama. hahaha
Kelas 3 sekolah dasar....
seingatku masih anak2 banget sih dulu, selalu digodain cowok2, bertengkar dengan sesama, ahh lucu pokoknya. Dulu kebetulan kami sekelas duduknya berpasang pasangan gitu, cewek cowok dengan bangku panjang dan meja panjang lengkap dengan 2 lacinya. sebenarnya aku lebih suka duduk didepan tapi selalu digusur gusur, gak berani lawan siapa pun, yahh karena aku kan yang paling kecil dan muda. hehe. akhirnya keseringan duduk dipaling pojok belakang.
Pengen cerita banyak tentang teman sebangkuku ini, namanya Adi, tapi lupa nama panjangnya dan banyak memori yang kehapus tentang dia, hanya sedikit yang bisa aku ceritakan.
Adi itu dulu waktu SD gak cakep, bahkan jelek menurutku juga gak terlalu pinter. selalu nyontek ketika ada PR dan tugas sekolah. Terakhir yang masih terkenang tentang dia adalah ketika ada salah satu guru kami kebetulan guru kelas 3 SD kami yang pensiun. Seperti biasa adat SD kami dulu kalau ada moment pasti selalu mengadakan yang namanya "Pesta Kebun". Anak2 disuruh bawa makan dan minum buat bekal makan disekolah dan yang paling sering kami bawa adalah arem2 alias nasi lontong isi sayur.
Karena saking cintanya kami dengan Bapak guru ini, sehabis upacara perpisahan dan Bapak guru menyampaikan sambutan perpisahan, nangislah kami semua, aku waktu itu lupa beneran nangis karena Bapak guru atau hanya ikut terbawa suasana. Selesai acara dilapangan tiba saatnya kita untuk memakan bekal masing2, biasanya sih dimakan ditanah lapang atau halaman sekolah, tapi kali ini kami makan di dalam kelas. Aku sama Adi duduk dibangku peraduan kami paling pojok dan paling belakang. Waktu itu ingat jelas Adi masih dalam keadaan nangis sambil terus makan arem2nya. Yang bikin terkenang ketika dia makan dengan lahapnya sambil nangis tersedu sedu, nasi rata ke pipi kanan kiri, meja isinya rebelan nasi arem yang dia makan, ditambah ingus yang membentuk angka 11, jelek sekali pokoknya mukanya.
Beda cerita dengan Adi yang sekarang. Tidak sedikit cewek yang mendekat. Cakep, serius cakep banget, aku aja kaget, terkagum kagum kalau liat muka dia yang sekarang. Belum lama sih bisa contact kembali sm dia. Terakhir ngobrol itu semalam via chat FB.
Nggak seperti biasanya tiba2 Tulingg (suara chat) "Aku pengen curhat"....hahaha...eeeaaaa
singkat cerita, dia curhat tentang seorang cewek yang dia suka belum lama ini, dia mulai benar2 dekat karna gak sengaja aku jodoh2in. hehehe....kebetulan si cew adik kelas waktu SMP.
dia bilang kalau si cewek dijodohkan oleh cowok lain. Dia gak ikhlas katanya kalau si cewek sama lelaki yang dijodohkan karena menurut dia si cewek ini sebenarnya gak suka sama lelaki yang dijodohkan tersebut. gak rela katanya kalau si cewek nggak bahagia dengan yang dijohkan tersebut. Panjang dia cerita lalu aku jawab "Emang kamu yakin bisa menjamin kebahagian si cewek kalau dia ada dalam genggamanmu nanti??" blablablaaaa akhir dari curhat semalam kesimpulannya dia akan berusaha ikhlas. Kasihan sih, dia bilang begini "Aku pasrah sama Allah, meskipun pada awalnya aku mengira dia yang paling bisa aku cintai, tapi akhirnya pun diambil lagi".....Heninggggg...
Beralih kecerita yang lain tentang jaman SD ku dulu kala....
Naik ke kelas 4 lalu 5 dan 6. Sebenarnya banyak hal yang terjadi selama waktu itu, tapi aku mau cerita yang waktu kelas 6 SD aja.
Eeehh lupa, sebelum tentang kelas 6 SD ku dulu, aku pingin cerita tentang permainan dan petualangan apa aja yang pernah aku alami waktu kecil dulu.
yang paling aku suka adalah berenang di sungai, hahaha,,,anak ndeso dan gunung. Bisa dibayangkan betapa banyaknya sungai yang mengalir jernih diarea sekitar lereng gunung. ya sama halnya dengan desaku ini. airnya jernih, dingin dan mengalir deras.
Kebiasaan kami anak2 ndeso yang masih ingusan adalah main ke sungai, nangkapin ikan2 kecil alias cetul (sebutan ditempatku) dan udang2 kecil disungai. Tak lupa kami selalu membawa bekal garam dapur. untuk apa coba?? jadi begini. ikan dan udang yang sudah kami dapat, kami jemur diatas batu sampai si udang merah dan matang, lalu makannya berteman garam deh. Aku lupa rasanya dulu kayak apa, tapi waktu itu ikut makan juga, hehe
Tentang mandi disungai, kami cowok cewek biasa lah, namanya juga anak2 belum punya malu. telanjanng gitu it's Ok. hehe
sebelum mandi di sungai kami punya PR yaitu menata batu buat bikin dam atau bendungan biar airnya ngumpul dan bisa kita pakai buat renang. Hari pertama jadi, boleh lah, masih jernih mengalir, bersih juga airnya. Nahh yang jadi kasus dan menjadi cerita adalah jika kita mau renang dihari berikutnya. masalah bentuk bendungan sih masih sama, paling hanya 1 atau 2 batu yang terbawa arus, tapi yang jadi PR baru adalah mengusir si lele kuning enyah dari area bendungan yang akan kita pake buat mandi. di usir2 gitu deh caranya. hahaha * jorok memang. karna jaman dulu WC itu masih sedikit sekali yang punya, jadi kebanyakan orang setiap pagi ke sungai untuk sejenak jongkok dan melepaskan beban peluru dalam perutnya.....Beralih ke permainan yang lain, aku suka main gobak sodor, jet jet an, genteng yg ditumpuk2 trus dilempar pake bola, aku lupa namanya, trus kasti, engkling (permainan yang digaris2 gt), yok buang kucing gering *wkwkwk (tapi beneran namanya itu), main bunderan, peta umpet, bekelan, kelereng, pasar2an dan layang-layang yang paling sering bikin aku lupa pulang kerumah. harap maklum agak sedikit nyowok memang dulu.
Lanjut ke kelas 6 SD pas masa2 ujian nih, yah biasa sih ujian lancar dan selesai, kami dinyatakan lulus semua. selama kelas 6 ini sebenernya aku punya cerita tentang seorang cowok. eeaaa, cinta monyet ceritanya nih. Aku suka sama seorang cowok, bisa dibilang paling manis satu kelas lah, tapi ya gitu kami sering jadi bahan ledekan satu kelas, dan meskipun diam2 aku suka sama cowok ini, aku sering sampai nangis kalau jodoh2in sm dia, gak tau kenapa gitu. Terakhir dapet kabar kalau dia sudah menikah dengan tetangganya dan kebetulan aku juga kenal. hehe, tapi murni hanya kenangan cinta monyet aja, sama sekali gak ada rasa lebih sampai hari ini. yang paling aku kenang adalah seringnya kita rebutan beli bakso tusuk langganan yang kebetulan kami sama2 fanatik sukanya. rebutan tusuk, saos, kecap, tempat dan lain sebagainya yang kadang kalau ingat lucu aja dan bikin senyum senyum sendiri.
Itulah cerita panjang kali lebarnya masa kecil dan jaman SD ku. setelah dinyatakan lulus akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan ke sebuah pondok pesantren islam di perbatasan jogja-magelang. Banyak hal yang menarik yang pingin aku ceritakan tapi tidak hari ini.....
Semoga cerita ini selalu menjadi kenangan yang tak hanya sekedar kenangan kusam, tapi kenangan yang akan terus berlabuh dihati dan senantiasa menjadi cerita indah yang bisa aku ceritakan kembali ke anak cucu ku nanti....semoga Allah mempermudah jalan kita semua, dan memanjangkan umur kita tentunya umur panjang yang manfaat, aminnnn
akan ketapi ijinkan aku untuk terus mengotorimu dengan segala cerita hidupku nanti dalam lembaran lembaran tak terbatasmu. ak janji tidak akan sepenuhnya mengabaikanmu.
dan ak yakin kau akan terus mengingatkankanku pada setiap peristiwa dalam hidupku yang entah kapan akan berujung.
kali ini ijinkan aku bercerita tentang masa laluku.....
Waktu itu ak tidak terlalu ingat jelas usia berapa aku kembali ke desa kakek nenekku karna sebelumnya aku dn keluarga tinggal di suatu pulau. Pulau yang kata ayah dan ibukku sangat belantara, hanya ada hutan karet dan kerumunan pohon jambu mede. Dengan segala budaya super kerasnya, yang orang salah sedikit aja kepala melayang dan lain sebagainya. Karena kerasnya kehidupan disana akhirnya ayah dan ibuku memutuskan untuk pulang ke desa yang sampe sekarang aku dan kami tinggal.
Berawal dari situlah kehidupanku dimulai.....
Awalnya aku sama sekali tak mengenal siapa pun, bahkan aku takut dengan nenek kakekku sendiri karna benar benar asing dan tak aku kenali. Akan tetapi seiring berjalannya waktu aku pun mulai mampu beradaptasi dengan lingkungan dan mampu hidup berdampingan oleh lingkungan sekitar.
Mulai memasuki usia sekolah.....
Waktu itu aku masih berusia sekitar 5 tahun. Karna sering sendiri dirumah gak ada teman yang mau mendekat karna aku orang asing mungkin, aku sering merasa kesepian. Setiap pagi aku selalu main dipinggir jalan buat ngliatin anak anak SD berangkat sekolah. Setiap pagi aku merengek ke Bapak minta agar aku segera disekolahkan. Akhirnya dengan usia yang bisa dibilang masih belum pantas duduk di bangku SD aku ikut sekolah. Di sekolah statusku belum benar2 resmi siswa, tapi masih dibilang anak yang hanya ikut2 sekolah aja. hahaha,,,kasihan ya....
oh iya sebenernya sebelum ikut sekolah SD, aku sekolah di TK Pertiwi yang jaraknya jauh dari desaku, harap maklum kondisi jaman kecil aku dulu bener2 ndeso, itu pun pake banget banget banget, jalan batuan alias kricak, jembatan kayu, super jauh dan lain sebagainya...
karena jarak yang jauh dan sulitnya transportasi akhirnya aku hanya bertahan 1 minggu sekolah di TK tersebut. Alhasil langsung masuk SD deh dengan usia yg sedikit kemudaan...
Oke, di SD inilah cerita2 lucu mulai ada...
bisa dibilang dalam satu kelas aku yang paling muda. ketika kenaikan kelas tiba, Bapak meminta agar aku tidak dinaikkan aja mengingat usiaku yang belum pantas dan status sekolahku yang hanya ikut2an aja. hahaha. Tapi sama guru kelasku gak diijinkan, katanya karna otaknya udah nyampai dan sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan yang namanya sekolah....cieee, lumayan berprestasi gitu. KATANYA sih begitu dan akhirnya pun keterusan sampe ke kelas kelas berikutnya tetep jadi murid yang paling muda
Sedikit gambaran masa kecilku aja nih. Aku itu dulu satu kelas anak paling muda, kecil, kurus karna susah sekali makannya, paling hitam pake pekat lagi, no hair alias gak punya rambut, botak gitu bahkan sampai dijulukin 62 (sewidak loro) karna rambut yang ada dikepalaku itu bisa di hitung. Kata tetangga2 sih cuma ada 3 helai rambut yang bisa dipegang dikepalaku, yang lain cuma rambut2 halus, jelek banget katanya, kalau ke sekolah selalu bertopi karna malu. bahkan sudah kelas 2 SD pun masih digundul dengan harapan akan tumbuh rambut yang baru dan banyak.
gak tau gimana ceritanya pokoknya seiring berjalannya waktu rambutku pun mulai tumbuh dan bahkan sangat panjang, hitam dan cantik, tapi hitam pekat mukaku masih sama. hahaha
Kelas 3 sekolah dasar....
seingatku masih anak2 banget sih dulu, selalu digodain cowok2, bertengkar dengan sesama, ahh lucu pokoknya. Dulu kebetulan kami sekelas duduknya berpasang pasangan gitu, cewek cowok dengan bangku panjang dan meja panjang lengkap dengan 2 lacinya. sebenarnya aku lebih suka duduk didepan tapi selalu digusur gusur, gak berani lawan siapa pun, yahh karena aku kan yang paling kecil dan muda. hehe. akhirnya keseringan duduk dipaling pojok belakang.
Pengen cerita banyak tentang teman sebangkuku ini, namanya Adi, tapi lupa nama panjangnya dan banyak memori yang kehapus tentang dia, hanya sedikit yang bisa aku ceritakan.
Adi itu dulu waktu SD gak cakep, bahkan jelek menurutku juga gak terlalu pinter. selalu nyontek ketika ada PR dan tugas sekolah. Terakhir yang masih terkenang tentang dia adalah ketika ada salah satu guru kami kebetulan guru kelas 3 SD kami yang pensiun. Seperti biasa adat SD kami dulu kalau ada moment pasti selalu mengadakan yang namanya "Pesta Kebun". Anak2 disuruh bawa makan dan minum buat bekal makan disekolah dan yang paling sering kami bawa adalah arem2 alias nasi lontong isi sayur.
Karena saking cintanya kami dengan Bapak guru ini, sehabis upacara perpisahan dan Bapak guru menyampaikan sambutan perpisahan, nangislah kami semua, aku waktu itu lupa beneran nangis karena Bapak guru atau hanya ikut terbawa suasana. Selesai acara dilapangan tiba saatnya kita untuk memakan bekal masing2, biasanya sih dimakan ditanah lapang atau halaman sekolah, tapi kali ini kami makan di dalam kelas. Aku sama Adi duduk dibangku peraduan kami paling pojok dan paling belakang. Waktu itu ingat jelas Adi masih dalam keadaan nangis sambil terus makan arem2nya. Yang bikin terkenang ketika dia makan dengan lahapnya sambil nangis tersedu sedu, nasi rata ke pipi kanan kiri, meja isinya rebelan nasi arem yang dia makan, ditambah ingus yang membentuk angka 11, jelek sekali pokoknya mukanya.
Beda cerita dengan Adi yang sekarang. Tidak sedikit cewek yang mendekat. Cakep, serius cakep banget, aku aja kaget, terkagum kagum kalau liat muka dia yang sekarang. Belum lama sih bisa contact kembali sm dia. Terakhir ngobrol itu semalam via chat FB.
Nggak seperti biasanya tiba2 Tulingg (suara chat) "Aku pengen curhat"....hahaha...eeeaaaa
singkat cerita, dia curhat tentang seorang cewek yang dia suka belum lama ini, dia mulai benar2 dekat karna gak sengaja aku jodoh2in. hehehe....kebetulan si cew adik kelas waktu SMP.
dia bilang kalau si cewek dijodohkan oleh cowok lain. Dia gak ikhlas katanya kalau si cewek sama lelaki yang dijodohkan karena menurut dia si cewek ini sebenarnya gak suka sama lelaki yang dijodohkan tersebut. gak rela katanya kalau si cewek nggak bahagia dengan yang dijohkan tersebut. Panjang dia cerita lalu aku jawab "Emang kamu yakin bisa menjamin kebahagian si cewek kalau dia ada dalam genggamanmu nanti??" blablablaaaa akhir dari curhat semalam kesimpulannya dia akan berusaha ikhlas. Kasihan sih, dia bilang begini "Aku pasrah sama Allah, meskipun pada awalnya aku mengira dia yang paling bisa aku cintai, tapi akhirnya pun diambil lagi".....Heninggggg...
Beralih kecerita yang lain tentang jaman SD ku dulu kala....
Naik ke kelas 4 lalu 5 dan 6. Sebenarnya banyak hal yang terjadi selama waktu itu, tapi aku mau cerita yang waktu kelas 6 SD aja.
Eeehh lupa, sebelum tentang kelas 6 SD ku dulu, aku pingin cerita tentang permainan dan petualangan apa aja yang pernah aku alami waktu kecil dulu.
yang paling aku suka adalah berenang di sungai, hahaha,,,anak ndeso dan gunung. Bisa dibayangkan betapa banyaknya sungai yang mengalir jernih diarea sekitar lereng gunung. ya sama halnya dengan desaku ini. airnya jernih, dingin dan mengalir deras.
Kebiasaan kami anak2 ndeso yang masih ingusan adalah main ke sungai, nangkapin ikan2 kecil alias cetul (sebutan ditempatku) dan udang2 kecil disungai. Tak lupa kami selalu membawa bekal garam dapur. untuk apa coba?? jadi begini. ikan dan udang yang sudah kami dapat, kami jemur diatas batu sampai si udang merah dan matang, lalu makannya berteman garam deh. Aku lupa rasanya dulu kayak apa, tapi waktu itu ikut makan juga, hehe
Tentang mandi disungai, kami cowok cewek biasa lah, namanya juga anak2 belum punya malu. telanjanng gitu it's Ok. hehe
sebelum mandi di sungai kami punya PR yaitu menata batu buat bikin dam atau bendungan biar airnya ngumpul dan bisa kita pakai buat renang. Hari pertama jadi, boleh lah, masih jernih mengalir, bersih juga airnya. Nahh yang jadi kasus dan menjadi cerita adalah jika kita mau renang dihari berikutnya. masalah bentuk bendungan sih masih sama, paling hanya 1 atau 2 batu yang terbawa arus, tapi yang jadi PR baru adalah mengusir si lele kuning enyah dari area bendungan yang akan kita pake buat mandi. di usir2 gitu deh caranya. hahaha * jorok memang. karna jaman dulu WC itu masih sedikit sekali yang punya, jadi kebanyakan orang setiap pagi ke sungai untuk sejenak jongkok dan melepaskan beban peluru dalam perutnya.....Beralih ke permainan yang lain, aku suka main gobak sodor, jet jet an, genteng yg ditumpuk2 trus dilempar pake bola, aku lupa namanya, trus kasti, engkling (permainan yang digaris2 gt), yok buang kucing gering *wkwkwk (tapi beneran namanya itu), main bunderan, peta umpet, bekelan, kelereng, pasar2an dan layang-layang yang paling sering bikin aku lupa pulang kerumah. harap maklum agak sedikit nyowok memang dulu.
Lanjut ke kelas 6 SD pas masa2 ujian nih, yah biasa sih ujian lancar dan selesai, kami dinyatakan lulus semua. selama kelas 6 ini sebenernya aku punya cerita tentang seorang cowok. eeaaa, cinta monyet ceritanya nih. Aku suka sama seorang cowok, bisa dibilang paling manis satu kelas lah, tapi ya gitu kami sering jadi bahan ledekan satu kelas, dan meskipun diam2 aku suka sama cowok ini, aku sering sampai nangis kalau jodoh2in sm dia, gak tau kenapa gitu. Terakhir dapet kabar kalau dia sudah menikah dengan tetangganya dan kebetulan aku juga kenal. hehe, tapi murni hanya kenangan cinta monyet aja, sama sekali gak ada rasa lebih sampai hari ini. yang paling aku kenang adalah seringnya kita rebutan beli bakso tusuk langganan yang kebetulan kami sama2 fanatik sukanya. rebutan tusuk, saos, kecap, tempat dan lain sebagainya yang kadang kalau ingat lucu aja dan bikin senyum senyum sendiri.
Itulah cerita panjang kali lebarnya masa kecil dan jaman SD ku. setelah dinyatakan lulus akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan ke sebuah pondok pesantren islam di perbatasan jogja-magelang. Banyak hal yang menarik yang pingin aku ceritakan tapi tidak hari ini.....
Semoga cerita ini selalu menjadi kenangan yang tak hanya sekedar kenangan kusam, tapi kenangan yang akan terus berlabuh dihati dan senantiasa menjadi cerita indah yang bisa aku ceritakan kembali ke anak cucu ku nanti....semoga Allah mempermudah jalan kita semua, dan memanjangkan umur kita tentunya umur panjang yang manfaat, aminnnn
