Selasa, 18 Desember 2012

Hey Kamu, Ini Khusus Untukmu

heyy....kamu,
iya kamu....
apa kabarmu hari ini...?
sedang apa disana...?
aku disini sedang mengingatmu, mengingat senyummu, mengingat wajah teduhmu
ada hal penting yang harus aku sampaikan hari ini,
tentang perasaanku
meskipun aku tahu kamu sudah dapat menebaknya
aku hanya ingin menguraikannya melalui gerakan lentik jariku ini disini
untuk lebih mengingatkanmu yang mungkin saja segera melupakan semuanya
seiring dengan menuanya waktu, dan ketika aku harus hilang bersama itu
sebelum itu terjadi, aku ingin mengenangnya dan aku ingin kamu tahu
aku bahagia ketika sedang berdua denganmu
ketika duduk bersanding menghabiskan waktu, membunuh jenuh
ketika bercerita, tertawa, tersenyum, saling menatap dan menyembunyikan cinta
ketika itu tidak ada yang lebih penting dari menatap senyum teduhmu
mendengar setiap ucapan merdumu
yang sebenarnya aku tak pernah mau tahu apa yang kamu sampaikan
tapi hanya merasa tentram mendengar suaramu
bagaimana harimu disana tanpa aku??
berbeda ataukah sama?
aku terkadang disini selalu merasa terhujani rindu yang begitu deras menggerus hati
merasa lelah dengan semuanya, dan bahkan ingin berlari menjauh
tapi justru karena itu aku semakin merasa rindu
rindu akan segala hal tentangmu
tentang cemburuku, tentang senyummu, tentang suara merdumu, tentang kamu, iyaa,,,hanya kamu
aku suka kamu karena kamu selalu menuliskan tentang kesederhanaan dan kekuranganku
karena kau memahamiku, dan aku berharap kau selalu begitu
tetap memahamiku sampai nanti tak terbatas waktu
dan karena itu aku jatuh hati padamu

Tapi Aku masih sering berpikir bahwa sejauh dan sedalam apapun kita jatuh cinta, 
lebih banyak lagi hal-hal yang menjadikan kita belum tentu bisa bersama seutuhnya.
 
Kita bukanlah kita yang kamu dan aku menjadi satu
kita adalah kita dalam rangkaian ceritaku
Jangan kira aku tidak ingin memilikimu sepenuhnya, 
tapi aku terlalu takut untuk menjadikan diriku satu-satunya untukmu. 
Karena aku tahu, kamu belum tentu ingin memenangkan aku.
Kadang terpikir akan seperti apa rasanya dicintaimu utuh, tanpa tapi, tanpa jeda, tanpa mengeluh.
Bahagia sekali, mungkin. 

Tuhan, dengar lah doa ku kali ini,
 "Sabarkanlah, hatiku. Sesabar karang yang tak henti diterjang ombaknya, seperti pasir tanpa ampun dibakar teriknya" 

Terima kasih untuk rasa dan waktumu, 
"Aku belum tentu menemukan lagi yang sepertimu nanti, atau mungkin… Aku tidak akan mencarinya dan akan selalu menginginkanmu"
 



Minggu, 16 Desember 2012

Layunya sang tunas

tepat malam ini
indah memang, tiada setitik hujan pun turun
gerah pun sepertinya sedang enggan menyapa
sejuk, romantis bagi mereka yang memadu kasih

ahhh kekasih,,,,
kata yang sering muncul dalam hampir setiap perbincangan
yang katanya dua insan yang diciptakan untuk terus bersama
yang katanya dengan memilikinya serasa dunia milik berdua
yang katanya nggak ada yang lebih penting dari pada itu !

tapi,,,bagiku...
tepat malam ini, yaa,,malam ini
justru karna kata itu lah membuatku enggan berdiri
yang awalnya sempat beranjak untuk siap melangkah
berdiri, bahkan sudah setengah berlari
akhirnya pun harus berfikir kembali
berfikir untuk akan terus atau berhenti
tidak cukup berhenti begitu saja
perlukah membalik dan menutup mata rapat-rapat
dan benar-benar enggan melihatnya kembali 

mungkin dengan berharap hujan turun
menghapus setiap jejak langkah lariku
itu akan menjadikanku lebih baik

sebenarnya simple untukku menghapus semuanya
cukup dengan kembali berdiri
membalikkan arah
dan tersenyum
berlalu, dan menganggap tak pernah ada sesuatu

lagi-lagi secara teori itu mudah
tapi sakit itu akan terus menghantui
dan,,,,,
"hibur aku ketika aku salah memilih"
"hibur aku ketika aku harus kecewa nanti"
"hibur aku ketika aku harus berhenti dan menghapus semuanya"

menanggalkan semua yang pernah terucap
membuang jauh-jauh setiap rangkaian paralel yang pernah ada
mengubur rasa yang pernah bersemi indah
yang hampir aku siram agar ia subur
hampir menghijau dan tumbuh tunas
biarkan saja, ia kembali layu
biarkan saja sampai akhirnya dia bosan dan mengering
tetap biarkan saja......

hibur dan bantu aku..........
 




Senandung malamku

akulah kawat perak yang dilempar dewa dari ketinggian
maka alam pun memungutku dan menghiaskannya pada lembah ngarai
aku merendah dan bunga-bunga pun meninggi
aku mengucurkan air mata
mendinginkan orang yang kehausan dan mengobati orang sakit

dalam kesunyian, ujung-ujung jari jentikku mengetuk lembut kaca jendela
ketukan itu kemudian menjadi nyanyian yang didengar oleh jiwa-jiwa perasa
hingga begitu aku lihat taman elok
dan aku jatuh dan mencium bunga-bunga serta menciuminya
dalammm,,,,penuh rasa

sering ku dengar seorang pecinta mengadukan asmaranya pada gadis jelita
maka aku menolongnya dengan jeritan dan rintihan
dan betapa sering kutemani batu karang
tapi ia selalu membeku
kuajak ia bergurau supaya tertawa 
tapi ia tidaklah tersenyum

diketenangan malam, manakala makhluk-makhluk dan sosok lena berpelukan
aku jaga dan sesekali menyanyi, sesekali mendesah
aku lah desah lautan
aku lah tangisan langit
aku lah senyuman ladang
tapi sayang seribu sayang, jaga telah menghancurkanku

namun aku lah sang pecinta
dan hakikat cinta adalah keterjagaan
demikianlah,
cinta adalah desahan dari lautan perasaan
air mata dari langit permenungan
dan senyuman dari perladangan sukma

-inilah hidupku, dan beginilah aku hidup-

Jumat, 14 Desember 2012

Pencarianku


“Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan)" Faathir : 11
 
yaa,,,,ayat ini lah yang membuka esok hari ini
semakin meyakinkan bahwa Dia lah pencipta yang sempurna
Maha Sempurna
dan kau harus tau itu...
Dia tak pernah menciptakan sesuatu dengan sia-sia
yang tak akan pernah membiarkan makhluknya merasa sepi
(selalu dan akan selalu berpasangan) 

dan kali ini saya benar-benar penasaran 
siapa sebenarnya yang akan berdampingan dengan saya kelak
setiap hari dalam 5 waktu terus kupanjatkan doa
tak luput juga ketika matahari sudah mulai meninggi di pagi hari
terus kupanjatkan doa
...............
"dan jika rizkiku berada di langit maka turunkanlah,
jika berada di dalam tanah maka keluarkanlah,
jika sulit mudahkanlah,
jika haram maka halalkanlah,
dan jika jauh maka dekatkanlah"

dekatkanlah sedekat mungkin......
dekat karena-Mu
dan atas Ridho-Mu
Aamiinn