akulah kawat perak yang dilempar dewa dari ketinggian
maka alam pun memungutku dan menghiaskannya pada lembah ngarai
aku merendah dan bunga-bunga pun meninggi
aku mengucurkan air mata
mendinginkan orang yang kehausan dan mengobati orang sakit
dalam kesunyian, ujung-ujung jari jentikku mengetuk lembut kaca jendela
ketukan itu kemudian menjadi nyanyian yang didengar oleh jiwa-jiwa perasa
hingga begitu aku lihat taman elok
dan aku jatuh dan mencium bunga-bunga serta menciuminya
dalammm,,,,penuh rasa
sering ku dengar seorang pecinta mengadukan asmaranya pada gadis jelita
maka aku menolongnya dengan jeritan dan rintihan
dan betapa sering kutemani batu karang
tapi ia selalu membeku
kuajak ia bergurau supaya tertawa
tapi ia tidaklah tersenyum
diketenangan malam, manakala makhluk-makhluk dan sosok lena berpelukan
aku jaga dan sesekali menyanyi, sesekali mendesah
aku lah desah lautan
aku lah tangisan langit
aku lah senyuman ladang
tapi sayang seribu sayang, jaga telah menghancurkanku
namun aku lah sang pecinta
dan hakikat cinta adalah keterjagaan
demikianlah,
cinta adalah desahan dari lautan perasaan
air mata dari langit permenungan
dan senyuman dari perladangan sukma
-inilah hidupku, dan beginilah aku hidup-

0 komentar:
Posting Komentar