heyy....kamu,
iya kamu....
apa kabarmu hari ini...?
sedang apa disana...?
aku disini sedang mengingatmu, mengingat senyummu, mengingat wajah teduhmu
ada hal penting yang harus aku sampaikan hari ini,
tentang perasaanku
meskipun aku tahu kamu sudah dapat menebaknya
aku hanya ingin menguraikannya melalui gerakan lentik jariku ini disini
untuk lebih mengingatkanmu yang mungkin saja segera melupakan semuanya
seiring dengan menuanya waktu, dan ketika aku harus hilang bersama itu
sebelum itu terjadi, aku ingin mengenangnya dan aku ingin kamu tahu
aku bahagia ketika sedang berdua denganmu
ketika duduk bersanding menghabiskan waktu, membunuh jenuh
ketika bercerita, tertawa, tersenyum, saling menatap dan menyembunyikan cinta
ketika itu tidak ada yang lebih penting dari menatap senyum teduhmu
mendengar setiap ucapan merdumu
yang sebenarnya aku tak pernah mau tahu apa yang kamu sampaikan
tapi hanya merasa tentram mendengar suaramu
bagaimana harimu disana tanpa aku??
berbeda ataukah sama?
aku terkadang disini selalu merasa terhujani rindu yang begitu deras menggerus hati
merasa lelah dengan semuanya, dan bahkan ingin berlari menjauh
tapi justru karena itu aku semakin merasa rindu
rindu akan segala hal tentangmu
tentang cemburuku, tentang senyummu, tentang suara merdumu, tentang kamu, iyaa,,,hanya kamu
aku suka kamu karena kamu selalu menuliskan tentang kesederhanaan dan kekuranganku
karena kau memahamiku, dan aku berharap kau selalu begitu
tetap memahamiku sampai nanti tak terbatas waktu
dan karena itu aku jatuh hati padamu
Tapi Aku masih sering berpikir bahwa sejauh
dan sedalam apapun kita jatuh cinta,
lebih banyak lagi hal-hal yang
menjadikan kita belum tentu bisa bersama seutuhnya.
Kita bukanlah kita yang kamu dan aku menjadi satu
kita adalah kita dalam rangkaian
ceritaku
Jangan kira aku tidak ingin memilikimu sepenuhnya,
tapi aku
terlalu takut untuk menjadikan diriku satu-satunya untukmu.
Karena aku tahu,
kamu belum tentu ingin memenangkan aku.
Kadang terpikir akan seperti apa rasanya dicintaimu utuh, tanpa tapi, tanpa jeda, tanpa mengeluh.
Bahagia sekali, mungkin.
Kadang terpikir akan seperti apa rasanya dicintaimu utuh, tanpa tapi, tanpa jeda, tanpa mengeluh.
Bahagia sekali, mungkin.
Tuhan, dengar lah doa ku kali ini,
"Sabarkanlah, hatiku. Sesabar karang yang tak henti diterjang ombaknya, seperti pasir tanpa ampun dibakar teriknya"
Terima kasih untuk rasa dan waktumu,
"Aku belum tentu menemukan lagi yang sepertimu nanti, atau mungkin… Aku tidak akan mencarinya dan akan selalu menginginkanmu"

0 komentar:
Posting Komentar